Tahukah kalian teknik permainan kasti? Teknik permainan kasti terdiri dari cara melempar bola , cara menangkap bola, cara memukul bola, dan berlari.
Sebelumnya kalian harus mempelajari cara memegang bola, yaitu :
Bola diletakkan pada pangkal tangan,
Seluruh jari memegang bola dengan kuat.
1 . Melempar Bola
Beberapa teknik dalam melempar bola, sebagai berikut :
a. Lempar bola datar
Cara melempar bola, yaitu :
1 ) Kaki kiri didepan, sedikit ditekuk, kaki kanan kebelakang.
2) Ayunkan bola dari belakang.
3) Lemparkan setinggi dada
b. Lempar bola melambung
Cara melempar bola melambung, yaitu :
1 ) Pegang bola dengan erat
2) Ayunkan tangan yang memegang bola kebelakang, kemudian ayun hingga tangan lurus ke depan.
3) Sesuaikan posisi kaki dengan tangan. Tujuannya untuk memperoleh hasil lemparan yang sempurna.
2. Menangkap Bola
Ada beberapa teknik menangkap bola. Perhatikan uraian berikut ;
a. Cara menangkap bola datar
Cara melakukannya yaitu :
1 ) Posisi badan tegak, kedua kaki agak terbuka.
2) Kedua tangan dilipat. Posisi telapak di depan dada.
3) Pandangan tetap kedepan.
b. Cara menangkap bola lambung
Cara melakukannya yaitu :
1 ) Posisi badan tegak, kedua kaki terbuka.
2) Pandangan lurus ke arah bola
3) Pada waktu bola datang, segera ditangkap dengan kedua tangan
4) Posisi kedua tangan pada waktu menangkap bola berada di atas depan muka dan pandangan arah ke depan.
3. Memukul Bola
Teknik memukul bola dalam permainan kasti diantara lain :
a. Teknik pukulan melambung
Cara melakukannya, yaitu :
a. Posisi badan tegak, kedua kaki dibuka.
b. Ayunkan tangan yang memegang pemukul dari bawah ke atas.
c. Pandangan ke arah bola
d. Ayunkan pemukul dari bawah ke atas
b. Teknik pukulan mendatar
Cara melakukannya yaitu :
a. Posisi badan mengadap si pelambung
b. Posisi kaki agak dibuka
c. Minta pada pelambung agar agar bola dilempar lurus mengarah dada
d. Ayunkan pemukul setinggi dada
c. Teknik pukulan merendah/menyamping
Cara melakukannya, yaitu :
a. Posisi badan agak miring/menyamping
b. Ayunkan pemukul menyamping/merendah
B. Lapangan dan Peralatan Kasti
1 . Lapangan Kasti
Lapangan bola kasti berbentuk empat persegi panjang. Didalamnya terdapat tiga tiang, yaitu :
a. Tiang pertama, disebut tiang hinggap. Fungsinya untuk menolong regu pemukul yang akan lari ke tiang hinggap akhir (tiang bebas yang berada diakhir lapangan)
b. Tiang hinggap dua
c. Tiang bebas
2. Peralatan
Peralatan apa saja yang dibutuhkan ? Adakah diantara kalian yang sudah mengetahuinya ? Alat – alat yang dibutuhkan dalam permainan kasti adalah :
a. Bola
Bahan luar/kulit : Karet
Bahan isi : Sabut kepala/goni
Berat bola : 70 – 85 gram
Keliling bola : 19 – 21 cm
Warna : Merah / orange
Syarat : Bola tidak terlalu lemas/ kenyal
b. Kayu Pemukul
Bahan : kayu serat memanjang
Panjang : 50 – 60 cm
Pegangan : 15 – 20 garis tengah 3 cm
Bidang pemukul : Garis tengah 5 cm
Bentuk : Tebal 3,5 – 4 cm
c. Tiang Hinggap
Bahan : Besi, kayu atau bambu
Tinggi : 1,5 m dari tanah
d. Peralatan Lain
Papan tulis : digunakan untuk mencatat nilai
Kapur/tali : digunakan untuk membuat garis/batas lapangan
Bendera : digunakan oleh penjaga garis atau untuk batas lapangan
Pen : dari besi/kayu, bambu
C. Peraturan Permainan Bola Kasti
Dalam permainan kasti jumlah pemain tidak harus 12 orang, bisa dikurangi atau ditambahi sesuai kebutuhan dan lebar lapangan. Peraturan penting dalam permaianan kasti adalah untuk pergantian menjaga lawan :
Mengenakan bola pada badan lawan.
Menangkap bola sebanyak 3 kali berturut – turut selama menjadi regu penjaga.
Membakar daerah tempat pelanggaran jika regu pemukul habis, artinya tidak ada yang memukul.
Kemenangan ditentukan dengan rekor nilai. Bagi regu pemukul, apabila setelah memukul bola dan bisa lari menyentuh tiang hinggap sampai tiang terakhir dan bisa kembali ketempat dimana sebelumnya memukul dapat nilai satu. Regu penjaga mendapat nilai satu apabila dapat menangkap langsung bola yang dipukul oleh lawan.
Sumber ; Buku Penjasorkes untuk SD/MI kelas IV, Oleh Agus Budhi Juli Hari, Pariman, Nuryono
Shalat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Pada bab ini kita akan belajar mengenai ketentuan – ketentuan shalat. Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan memahami ketentuan – ketentuan shalat tersebut. Dengan demikian, kalian dapat melaksanakan shalat dengan benar. Sudah kamu pahami sebelumnya, bahwa shalat merupakan sebuah kewajiban yang harus kita lakukakan. Tahukah kamu apa yang dinamakan shalat itu?
Secara bahasa, Shalat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti Do’a. Sementara itu, menurut istilah, Shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan salam.
Shalat adalah suatu Ibadah yang terdiri atas perkataan – perkataan dan perbuatan – perbuatan tertentu yang dimulai dengan Takbiratul Ihram dan disudahi dengan salam disertai dengan syarat – syarat yang telah ditetapkan. Praktik shalat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah S.A.W, sebagai figur mentaati perintah Allah S.W.T.
A. Rukun – Rukun Shalat
Rukun bisa disebut fardhu. Rukun atau fardhu adalah sesuatu yang harus ada pada sesuatu pekerjaan/amal ibadah dalam waktu pelaksanaan suatu pekerjaan/amal ibdah tersebut. Shalat itu mempunyai ruku, Apabila tidak dipenuhi, shalat tidak akan sah. Nah, apa saja rukun shalat itu? Berikut ini adalah hal yang termasuk rukun shalat.
1. Niat
Niat dapat diartikan sebagai maksud atau tujuan sesuatu perbuatan. Niat yaitu menyengaja untuk mengerjakan shalat karena Allah S.W.T. Niat ini dilakukan oleh hati dan dapat pula dilafazkan dalam rangka membentuk untuk meyakinkan hati
2. Takbiratul Ihram
Takbiratul Ihram adalah takbir yang pertama kali diucapkan oleh orang yang mengerjakan shalat sebagai tanda mulia mengerjakan shalat. Takbiratul Ihram diucapkan dengan lafaz (ucapan) :
اَللّهُ اَكْبَرُ (Allahu Akbar)
3. Berdiri tegak bagi yang mampu
4. Membaca Surat Al Fatihah
Bagi orang yang shalat munfarid ia wajib membaca surat Al – Fatihah secara sempurna, setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah pada rakaat pertama. Pada rakaat berikutnya wajib dibaca secara sempurna. Jika menjadi makmum, imam membaca Al – Fatihah secara keras (pada shalat Magrib, Isya, dan Subuh) makmum tidak boleh membaca apapun dan ia harus mendengarkan bacaan imam tersebut. Ketika imam membaca surat atau ayat, maka pada waktu itulah makmum membaca Al – Fatihah dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Membaca Al – Fatihah wajib pada setiap rakaat shalat fadhu dan shalat sunnah.
5. Ruku’
Adalah membungkukkan badanhingga punggung menjadi sama datar dengan leher. Kedua tangannya memegang lutut dalam keadaan jari terkembang dengan tenang. Keadaan ini dilakukan secara sempurna yaitu betul – betul menunduk sampai datar/lurus antara tulang punggung dengan lehernya (90 derajat) serta meletakkan dua telapak tangan dengan lutut.
6. I’tidal
Berdiri lurus setelah bangun dari ruku’
7. Sujud dua kali
8. Duduk diantar dua sujud
9. Duduk serta membaca tasyahud akhir dan salawat nabi
Adapun bacaan tasyahud akhir sebagai berikut :
10. Membaca Salam
11. Tertib
Tertib merupakan suatu perbuatan melakukan rukun – rukun shalat secara berurut. Jika seseorang sedang shalat, janganlah seseorang membaca surat Al – Fatihah sebelum takbiratul ihram dan janganlah sujud sebelum ruku. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah S.A.W yang artinya :
Apabila seseorang menyalahi urutan rukun shalat sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah S.W.A, seperti mendahulukan yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, batallah shalatnya.
B. Sunnah – Sunnah Shalat
Shalat mempunyai beberapa sunnah yang dianjurkan untuk kita kerjakan sehingga menambah pahala kita menjadi banyak. Apa saja sunnah – sunnah ketika mengerjakana shalat itu? Yuk, kita pahami bersama – sama. Sunnah shalat terbagi dua, yaitu sunnah ab’adh dan sunnah haiat.
Sunnah Ab’adh, Yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/ tidak dikerjakan maka harus digantikan dengan sujud syahwi.
Sunnah Haiat, Yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/tidak dikerjakan tidak disunnahkan diganti dengan sujud syahwi.
C. Syarat – Syarat Sah Shalat
Syarat sah shalat yaitu hal yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan shalatnya. Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi maka tidak sah shalatnya. Syarat – syarat tersebut adalah sebagai berikut :
Masuk waktu shalat
Shalat tidak wajib dilaksanakan terkecuali apabila sudah masuk waktunya, dan tidak sah hukumnya shalat yang dilakukan sebelum masuk waktunya.
2. Suci dari hadas besar dan hadas kecil
Hadas kecil ialah tidak dalam keadaan beruwudhu dan hadas besar adalah belum mandi dari junub
3. Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis
Adapun dalil tentang harus suci pakaian, yaitu firman Allah S.A.W, Q.s Al Muddasir/74 : 4. Yang artinya :
” Dan Bersihkan lah Pakaianmu.”
4. Menutup aurat
Aurat harus ditutupi rapat – rapat dengan sesuatu yang dapat menghalangi terlihatnya warna kulit kita.
5. Mengahdap kiblat
Orang yang mengerjakan sahalat, wajib mengahadap kiblat yaitu menhadap ke arah Masjidil Haram.
D. Syarat Wajib Shalat
Selain syarat sah shalat, ada juga syarat wajib shalat. Syarat wajib shalat ini juga sangat penting. Apa saja syarat wajib shalat itu? Adapun syarat wajib shalat adalah sebagai berikut ;
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Suci dari haid dan nifas
5. Mumayyiz. Mumayyiz artinya seorang yang telah dapat membedakan anatara yang baik dan buruk, yang halal dan haram.
Sumber : Buku Pendidikan Agama Islam untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas IV, oleh Ulay Zaharudin, Destedy Mas Ridowansyah, Yadi Mulyadi, Sunyo Adji Purnomo.
Sepak Bola – Kalian harus menguasai teknik dan peraturan sebelum bermain sepak bola. Tujuannya agar kalian dapat bermain dengan baik. Coba kalian perhatikan dengan seksama uraian materi berikut ini! Pelajari dengan baik agar kalian dapat bermain sepak boola dengan baik pula.
A. Teknik
Teknik dasar dalam permainan sepak bola terdiridari menendang, menerima, mengontrol, menggriring dan menyundul bola.
1. Teknik Menedang Bola
Terdapat beberapa teknik menendang bola. Kalian akan mempelajarinya pada materi kali ini. Teknik apa saja yang akan kalian pelajari? Ayo kita mulai pelajari ini.
a. Menendang bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya yaitu :
1) Awalan lurus dengan bola. Kaki tumpu diletakkan disamping
2) Kaki sepak diputar keluar pada pangkal paha, sehingga kaki sepak membentuk sudut 90 derajat dengan kaki tumpu.
3) Bola disepak tepat pada titik pusatnya.
b. Menendang dengan punggung kaki
Cara melakukannya yaitu :
1) Awalan lurus dengan bola. Kaki tumpu diletakkan disamping bola dengan jari – jari menghadap ke depan lutut dan lutut sedikit ditekuk.
2) Pergelangan kaki ditekuk kebawah sehingga punggung kaki mengahdap ke bola, selanjutnya lutut ditekuk ke dalam.
3) Bola disepak dengan punggung kaki tepat pada titik tengah.
c. Menendang dengan kura – kura kaki bagian dalam
Cara melakukannya yaitu:
1) Awalan sedikit serong. kaki kiri diletakkan disamping belakang bola.
2) kaki kanan diayunkan dari belakang ke depan dengan membentuk suatu lengkungan.
3) Bola disepak dengan punggung kaki sebelah dalam.
d. Menendang bola dengan kura – kura bagian luar
Cara melakukannya yaitu :
1) Awalan sikap badan berdiri tegak, kaki kiri ditekuk.
2) Pergelangan kaki kanan ditekukke bawah dan diputar kedalam. selanjutanya, bola disepak dengan punggung kaki bagian luar.
2. Teknik Menerima Bola atau Mengtrol Bola
Menerima bola atau mengonrtol bola dapat dilakukan dengan seluruh anggota badan kecuali tangan dan lengan. Teknik menerima bola dapat dibagi atas beberapa cara yaitu:
a. Menerima bola yang bergulir dengan sol sepatu
Cara melakukannya yaitu :
1) Kaki tumpu menghadap ke arah datangnya bola. Lutut sedikit ditekuk
2) Badan condong ke muka, selanjutnya bola dihentikan dengan menggunakan sol sepatu.
b. Menerima bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya yaitu :
1) Kaki tumpu menghadap ke arah datangnya bola. Lutu ditekuk.
2) Kaki yang digunakan untuk mengontrol diputar ke luar sehingga kaki bagian dalam menghadap ke arah bola datang.
3) Mula – mula kaki yang digunakan untuk menahan bola didorong ke depan dengan sesaat akan menyentuh bola kaki ditarik kembali ke belakang .
4) Bola dihentikan disamping kaki tumpuan.
B. Lapangan dan Peralatan
Setelah memahami beberapa teknik dasar dalam permainan sepak bola, kita perlu memahami. Lapangan dan auran peralatan yang diperlukan dalam sepak bola.
1. Lapangan Bola dan Peralatan
a. Lapangan sepak bola untuk anak SD :
Panjang = 70 m
Lebar = 50 m
Daerah Gawang = 4 x 13 m
Daerah Hukuman = 12 x 25 m
Garis Tengah Lingkaran = 9, 15 m
Titik Penalti = 11 m dari garis gawang
b. Gawang :
Tinggi = 2 m
Lebar = 5m
Bahan = kayu, logam, fiberglass
Tebal = maksimal 12 cm
c. Bola :
Terbuat dari kulit
Berat = 396 – 453 gram
Keliling = 68 -71 cm
2. Pemain
Jumlah pemain sepak bola tiap regunya sebanyak 11 orang yang terdiri dari :
a. Panjang gawang
b. Bek kanan
c. Bek kiri
d. Gelandang kanan
e. Gelandang tengah
f. Gelandang kiri
g. Penyerang kanan luar
h. Penyerang kanan dalam
i. Penyerah tengah
j. Penyerang kiri dalam
k. Penyerang kanan luar
Sumber : Buku Penjasorkes untuk SD/MI untuk kelas IV, oleh Agus Budhi Juli Hari, Pariman, Nuryono.
Yuuk.. kawan kita lihat Video tentang permainan sepak bola !
Puisi berima a-b-a-b disebut juga puisi ? …………………………………………………………………………………………………………………………..
Bait puisi yang berima peluk memiliki persamaan bunyi pada baris pertama dengan baris keempat dan baris kedua dengan ketiga. Pengertian dari rima jenis? ………………………………………………………………………………………………………………………….
Puisi yang berima a-a-a-a sering juga disebut puisi? ………………………………………………………………………………………………………………………….
Diatas karpet merah berjalan penuh gayaBerlenggak – lenggok bak seorang putri
Mengenakan busana indah tak terperi
Membuat semua terpesona akan kecantikannya
Puisi diatas adalah salah satu contoh jenis puisi dari ? …………………………………………………………………………………………………………………………..
Rima a-a-b-b disebut juga ………………………………………………………………………………………………………………………….
Buatlah Puisi hasil karyamu sendiri! ………………………………………………………………………………………………………………………….
Permukaan kita terdiri atas daratan, lautan, selat, teluk, dan tanjung. Di daratan terdapat gunung, pegunungan, sungai, dataran rendah dan daratan tinggi. Bentang alam yang berupa daratan dan perairan itulah yang disebut kenampakan alam. Tahukan kamu tentang tanda – tanda kenampakan alam di daerah tempat tinggalmu? Perhatikan peta daerah atau buku atlasmu!
1. Daratan
Negara Indonesia berbentuk kepulauan. Jumlah pulau di Negara kita ribuan. Di pulau manakah provinsi tempat tinggalmu? Pulau merupakan daratan yang luas sekali. Antara pulau yang satu dengan pulau yang lain dihubungkan dengan laut atau pun dengan selat, contoh sebagai berikut :
a. Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera dihubungkan oleh Selat Sunda
b. Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi dihubungkan oleh Selat Makasar
c. Pulau Sumatera dan Kalimantan dihubungkan oleh Selat Karimata
d. Pulau Jawa dan Pulau Bali dihubungkan oleh Selat Bali
e. Pulau Timor dengan Pulau Papua duhubungkan oleh Laut Arafuru
2. Perairan (Kelautan)
a. Laut
Laut adalah perairan yang sangat luas dan dalam. Laut dapat menghasilkan ikan, rumput laut, kerang, pasir, dan batu karang untuk hiasan aquarium. Bagian – bagian laut yang lain adalah selat, teluk, dan tanjung atau ujung. Beberapa laut di Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Laut Arafuru, berada di sebelah selatan Kepulauan Aru.
2) laut Banda, berada di sebelah Selatan Pulau Seram.
3)Lautan Indonesia, berada di sebelah selatan Pulau Sumatra sampai sebelah Selatan Pulau Jawa.
4)Laut Jawa, berada di sebealh Utara Pulau Jawa.
b. Selat
Selat adalah laut sempit yang terletak di antara dua pulau. Di bawah ini beberapa selat yang ada di Indonesia.
1) Selat Alas, menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
2) Selat Bangka, menghubungkan Pulau Sumatra dan Pulau Bangka.
3) Selat Madura, Menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura.
4) Sealt Peleng, menghubungkan Pulau Sulawesi dan Pulau Peleng.
5) Selat Sunda, menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra.
c. Teluk
Teluk adalah laut yang menjorok ke daratan. Pada umumnya teluk ini di gemari oleh wisatawan karena ada yang menjadi tempat wisata yang indah dan menarik.
1) Teluk Bayur di Sumtra Barat
2) Teluk berau di Papua
3) Teluk Jakarta di Pulau Jawa
4) Teluk Langsa di Nangro Aceh Darussalam
5) Teluk Sampit di Kalimantan
d. Tanjung/ Ujung
Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Amati dan baca peta provinsi tempat tinggalmu tentang laut, selat, teluk dan tanjung. Beberapa tanjung yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :
1) Tanjung Batu Nidi di Pulau Bali
2) Tanjung Karangweleng di Pulau Jawa
3) Tanjung Kehidupan di Pulau Kalimantan
4) Tanjung Sorong di Papua Barat
5) Tanjung Tanahmea di Pulau Sulawesi
3. Gunung
Ingatkah kamu tentang pelajaran pada peta, bahwa gunung dilambangkan dengan gambar segitiga. Gunung adalah bukit yang sangat besar dan tinggi. Nama – nama gunung yang ada di Indonesia diantara lain :
1) Gunung Agung di Bali
2) Gunung Kahung di Kalimantan Selatan
3) Gunung Krakatau di Jawa Barat
4) Gunung Lawu di Jawa Timur
5) Gunung Leuser di Nangroe Aceh Darussalam
6) Gunung Merapi di Jawa Tengah
7) Gunung Pinombala di Sulawesi Tengah
8) Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat
9) Gunung Tangkesawua di Sulawesi Tenggara
4. Sungai
Sungai adalah aliran air yang besar. Sungai dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari – hari. Dalam peta digambarkan dengan garis yang meliuk – liuk semakin ke ujung semakin kecil. Berapa sungai yang ada di Indonesia antara lain :
1) Sungai Asahan di Provinsi Sumtra Utara
2) Sungai Batanghari di Provinsi Jambi
3) Sungai Bengawan Solo di Provinsi Jawa Tengah
4) Sungai Brantas di Jawa Timur
5) Sungai Citarum di Provinsi Jawa Barat
6) Sungai Gumanti di Provinsi Sumatra Barat
7) Sungai Mahakam di Provinsi Kalimantan Timur
8) Sungai Mamberamo di Provinsi Papua
9) Sungai Musi di Provinsi Sumatra Selatan
Pada setiap provinsi umumnya terdapat sungai, baik besar maupun kecil. Ingat kembali simbol sungai pada peta! Pada musim penghujan sungai – sungai tersebut akan mengalir deras sekali, bahkan ada yang meluap dan terjadi banjir. Sungai dapat dimanfaatkan untuk irigasi sawah, pertanian, budidaya ikan dengan karamba, obyek pariwisat, PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan). Perlu diingat bahwa sungai dapat mendatangkan bencana kalau tidak diperhatikan dan dimanfaatkan. Tetapi kalau dimanfaatkan sebaik – baiknya akan mendatangkan kemakmuran.
5. Danau
Danau merupakan daerah genangan air yang luas dan dikelilingi oleh daratan, Danau ada yang dibuat oleh manusia, ada pula yang terbentuk sendiri oleh kondisi alam. Danau ada yang terletak di daratan rendah, namun ada pula yang terdapat di daratan tinggi. Danau yang ada di Indonesia antara lain :
1) Di Bali terdapat Danau Batur, Bratan, dan Buyan
2) Di Kalimantan terdapat Danau Jempang, Luar, Genali, dan Semayang
3) Di Lombok terdapat Danau Segara Anak
4) Di Papua terdapat Danau Yanuar, Pantai dan Sentani
5) Di Sulawesi terdapat Danau Paso, Metama, Towati, dan Lindu
6) Di Sumatra terdapat Danau Toba, Maninjau, Singkarak, dan Ranau
Negara Indonesia sangat luar, terdiri dari daratan dan lautan.
B. Peristiwa Alam dan Ragam Budaya
1. Peristiwa Alam
Pernahkah kamu merasakan akibat gempa? Ingatkah peristiwa yang
terjadi bulan Mei 2006 yang menghebohkan masyarakat Yogyakarta
dan Jawa Tengah? Itulah salah satu kejadian alam yang menimpa bangsa kita. Kejadian alam lainnya adalah banjir, gunung meletus, tanah longsor, tsunami, angin topan, dan kekeringan. Kejadian – kejadian ini sering disebut dengan bencana alam. Bencana alam dapat terjadi karena kebiasaan masyarakat yang kurang terpuji, misalnya membuang sampah di sungai. Sampah disungai akan mengahambat aliran sungai dan mengakibatkan banjir.
Demikian juga dalam membangun rumah. Bangunan rumah sedapat mungkin menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Di sekitar gununf berapi masyarakat harus hati – hati, karena gunung api dapat meletus sewaktu – waktu. Jika terjadi letusan gunung berapi, segeralah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Penebangan hutan secara liar dan besar – besaran dapat menjadikan tanah gundul dan mempermudah tanah longsor. Hutan yang gundul juga menyebabkan kekeringan, sehingga masyarakat dapat kekurangan air bersih.
Seharusnya, manusia yang punya akal dan pikiran tidak menyerah karena kondisi alam, tetapi berupaya memanfaatkan alam sebaik – baiknya untuk kehidupan manusia.
2. Sosial dan Budaya
Manusia harsu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alam di mana ia bertempat tinggal. Misalnya, jika bertempat tinggal di dekat gunung berapi yang masih aktif, maka rumah yang dibangun harus dibuat tahan gempa, tidak mudah pecah, dan peka terhadap tanda – tanda yang muncul. Di daerah yang rawan kekeringan, harus dibangun sarana PAH (Penerapan Air Hujan) sebagai persiapan jika terjadi kekeringan.
Kondisi alam di Indonesia, ketika musim penghujan air meluap dan terjadi banjir, sedangkan pada waktu kemarau panjang terjadi kekeringan.
Bagaimana Lingkungan tempat tinggalmu? Perilakuan dan kebiasaan yang tidak baik terhadap alam dan lingkungan perlu disadari dan dihindari. Kebiasaan itu akan merugikan orang banyak.
Kita wajib menjaga lingkungan alam. Sifat manusia yang suka merusak alam akan merugikan kehidupan. Akibatnya menimbulkan bencana alam yang sangat membahayakan.
Peristiwa alam dapat dipengaruhi oleh faktor kenampakan alam. Kenampakan alam dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Oleh karena itu, dengan mengetahui alam lingkungan tempat tinggalnya, manusia dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan.
Contoh penyesuaian diri manusia terhadap keadaan alam adalah sebagai berikut :
a. Di Daerah yang sering terjadi gempa, rumah penduduk diupayakan tahan gempa dan tak mudah retak ataua pecah.
b. Di daerah rawan banjir, upayakan rumah penduduk dibuat tinggi atau bertingkat.
c. Pencegahan tanah longsong dilakukan dengan terasering dan penanaman penghijauan.
d. Di daerah rawan air (kekeringan) dilakukan pembuatan PAH (Penampungan Air Hujan)
e. Masyarakat pantai banyak yang menjadi nelayan dan memiliki keberanian untuk melaut.
f. Untuk mengurangi pendangkalan dibuat sabuk hijau (penghijauan) di sekitar waduk.
Banyak Peristiwa alam pernah terjadi di lingkungan sekitar kita.
Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar / MI Kelas IV, Oleh Bambang GN, Moleyatno, Amir Kusandar Suparman, Sutrisno, H. Purwanto
Ayoo Kawan.. Kita tonton Video Mengenal Alam dan Sosial Budaya…